Showing posts with label Perang Rusia vs Ukraina. Show all posts
Showing posts with label Perang Rusia vs Ukraina. Show all posts

Gara-gara dia perang dunia 3

Gara-gara dia perang dunia 3

mbah subowo

Ukraina gabung Nato auto perang dunia 3 meletus. Barat auto harus berperang dengan Rusia, Barat harus mengeroyok Rusia. Atau Rusia terpaksa habis-habisan membantai Eropa. Kapal selam nuklir, rudal hipersonik, senjata nuklir, dan sebagainya beterbangan menandai dimulainya perang dunia 3.

    Siapa ya siapa gara-garanya?

     Eropa cq Barat/ Nato tentu tidak takut melawan Rusia, namun tidak ingin terjerumus dalam PD3, bukan? Jadi kemungkinan Ukraina hanya koar-koar saja berilusi bisa gabung Nato.

     Ukraina harus menang melawan Rusia baru gabung Nato. Nato tidak perlu capek-capek lawan Rusia, ya, khan? Sampai kapan perang? Selama Kiev masih ngotot minta alutsista untuk melawan Rusia selama itu pula Barat akan mendukungnya. Dan perang pun terus lanjut.....

     Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 6:53 PM

Menunggu perang usai

 Menunggu perang usai

mbah subowo

Setahun perang U vs R belum kelar juga. Siapa yang bangkrut dia kalah. Barat atau Rusia yang bangkrut dan kalah? AS sudah mau bangkrut, sementara Barat rakyatnya belum teriak-teriak. Perang kali ini butuh ketahanan ekonomi untuk menyediakan alutsista di medan perang Ukraina.

    Atau jangan-jangan dunia bangkrut di luar U dan R. Penjualan mobil macet, gadget macet, dan cuma alutsista perang yang penjualannya lancar jaya.

    RI tengah sibuk bikin pemilu pilpres dan legislatif, tentu terpengaruh perang U vs R. Yahudi juga sibuk sendiri menghadapi rival bebuyutannya Palestina. Tak ada waktu campur tangan pada dunia selebihnya.

    Siapa jago yang didukung pihak eksternal? Ganjar, Prabowo, atau Anies...Tampaknya pihak eksternal masih wait and see..... nunggu siapa yang paling moncer.

    Bagaimanapun juga satu setengah tahun lagi pas pengumuman pilpres 2024 dan pileg mudah-mudahan perang U vs R usai.

    Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 7:36 AM

Perang Ukraina berlanjut PD3

Perang Ukraina berlanjut PD3

mbah subowo

Nato bantu senjata memihak Ukraina, demikian AS berikut segenap negeri asuhannya. Nato dan AS tidak malu-malu main keroyokan terhadap Rusia dengan keyakinan mencapai kemenangan bagi Ukraina.

    Mungkinkah Rusia kalah dari Ukraina yang mendapat pasokan alutsista dari segenap penjuru dunia? Waktu akan menjawabnya. Barat tentu berkukuh tidak bersalah dengan bantu Ukraina, mereka berani juga jika terpaksa eskalasi perang semakin meluas menggunakan senjata pemusnah massal. 

    AS jangan ditanya lagi sebagai benggolan PD2 AS terlalu pede melangkah PD3 tak ada keraguan dalam hal yang satu itu.

    Sebelum sebagai hari ini, Jerman malu-malu waktu kirim tank, demikian pula Prancis di awal perang malu-malu kirim howitzer dan semacamnya. Semakin lama blok Nato dan AS tidak malu-malu lagi kirim alutsista bantu Ukraina. Inggris sudah kirim rudal juga akhirnya.

     Perang bukan lagi merebut wilayah Ukraina oleh Rusia, namun lebih fokus memperoleh kemenangan dalam medan pertempuran di wilayah manapun.

     Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 7:29 PM

Damai atau hadapi Tiongkok

 Damai atau hadapi Tiongkok

mbah subowo

Xi Jin Ping beranjangsana ke Moskow (21/3/23) dengan misi menghentikan perang proksi negara Barat yang dibenggoli AS, Inggris. AS boleh menolak usul Tiongkok dengan konsekuensi Tiongkok bisa membantu Rusia memenangkan perang.

     AS dalam posisi dilema, tetap jual senjata ke Kiev dan hingga suatu kali kalah dilindas Rusia yang di"beking"i Tiongkok atau mendukung perdamaian dengan konsekuensi ada "sedikit" wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia.

     Tiongkok bukan sekadar "jurudamai" akan tetapi bisa menentukan pihak mana yang menang perang, bukan? Tanpa Tiongkok turun tangan pun Rusia mampu melawan semua kekuatan proksi Barat dengan hasil imbang dan sedikit lebih unggul. Bagaimana jika ditambahi kemampuan Tiongkok yang tanpa batas dalam mendukung tetangga terbesarnya? Dalam pada itu prosedur AS dalam menggelontorkan "pinjaman" uang & senjata tentu harus melewati berbagai "birokrasi", a.l. Dewan Perwakilan yang terhormat, dan sebagainya.

     Sedangkan birokrasi Partai Komunis Tiongkok yang tersentralisir jelas lebih "simple" andai mau menyokong Rusia hingga tercapai tujuan dalam operasi militer terbatas yang kini berubah menjadi perang proksi "melawan" Barat, Nato.

     Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 12:08 PM

Mengapa Rusia mati-matian menguasai Bakhmut

 Mengapa Rusia mati-matian menguasai Bakhmut

mbah subowo

Bakhmut adalah "gerbang" atau pintu masuk bagi wilayah Luhansk dan Donetsk, itulah sebabnya untuk "menjaga" dan mempertahankan kedua wilayah tersebut Bakhmut sangat strategis. Barang siapa yang menguasai Bakhmut maka ia akan memiliki akses pada wilayah Donetsk dan Luhansk.

    Gara-gara wilayah Luhansk dan Donetsk inilah operasi militer Rusia dilakukan, karena kedua wilayah itu penduduknya mayoritas manggunakan tutur Rusia. Posisi geografis kedua wilayah itu langsung berbatasan dengan Rusia.

    Rusia bisa menerapkan garis pertahanan dari Bakhmut sekaligus basis ofensif menyerang wilayah "dalam" Ukraina. Dan dengan lepasnya Bakhmut jatuh ke tangan Rusia maka akses untuk mengambil alih dua wilayah yang sudah melakukan referendum itu tidak dapat dilakukan dengan mudah oleh pasukan Ukraina.

    Rusia bisa memperkuat Bakhmut untuk mencegat alutsista baru tank Leopard 2 yang hingga hari ini belum terjun dalam peperangan. Rusia akan mengubah Bakhmut sebagai garis depan sekaligus garis pertahanan, karena memang tujuan daripada "operasi militer terbatas" yang dicanangkan Rusia selama setahun lebih salah satunya adalah "melindungi" Luhansk dan Donetsk dari serangan Ukraina terhadap separatis pro-Rusia yang berada di kedua wilayah tersebut.

    Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 3:50 PM

Mengapa Barat ingin menghancurkan Rusia

 Mengapa Barat ingin menghancurkan Rusia

mbah subowo

Rusia tidak diragukan kemampuannnya dalam hal alutsista: Pesawat tempur, tank, rudal nuklir, kapal selam, luar angkasa, dan sebagainya. Tiongkok masih harus "nyontek" Rusia agar jadi seperti sekarang ini. Tiongkok "nyontek" pesawat tempur", Tiongkok nyontek rudal Rusia, dan sebagainya. 

    Rusia bisa menandingi Jerman dalam hal kapal selam, dalam hal tank, dan sebagainya. Rusia bisa menandingi Amerika Serikat dalam pembuatan pesawat tempur, rudal balistik, rudal hipersonik, dalam hal kapal selam, dan sebagainya.

    Kemampuan Rusia yang sebagai di atas itulah membuat Barat sepakat untuk menghancurkan Rusia. Dengan hancurnya Rusia maka Barat akan menguasai planet bumi. Rusia lah yang bisa membuat dunia menjadi seimbang.

   Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 9:21 AM

Bagaimana jika Tank Jerman hancur di Ukraina?

 Bagaimana jika Tank Jerman hancur di Ukraina?

mbah subowo

Pertempuran antar-tank sebentar lagi terjadi di Ukraina. Strategi Rusia tentu mengandalkan kemahiran dan kelincahan tank-nya jika berhadapan langsung dengan Leopard Jerman.

     Rusia tentu sudah ambil ancang-ancang bagaimana menghadapi pertempuran antar-tank. Dan waktu yang kelak menjawab pihak mana yang berhasil menyebut dirinya sebagai sang pemenang.

    Kekalahan bagi Rusia dalam pertempuran tank hanya akan membuat Ukraina dibanjiri tank Rusia selanjutnya. Apa yang dijadikan strategi Rusia selain mengandalkan skil pasukannya, ditambah dukungan dari udara akan meningkatkan daya tahan jika Ukraina merangsek maju dengan alutsista yang baru datang tersebut.

    Kekalahan Ukraina dengan modal tambahan berupa tank Jerman tentu akan menciutkan nyali Nato, dan sebaliknya yang akan terjadi. Rusia tentunya memasang strategi khusus. Jenderal perang Rusia sekali ini akan diuji bagaimana harus menghadapi setiap kali musuh seolah memiliki kekuatan baru.

   Perang terpaksa lanjut terus.... karena Ukraina selalu menolak untuk dialog, maupun nego damai!!! Dan Rusia juga menolak untuk menarik pasukan tanpa alasan!!!

    Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 10:14 PM

Akhir dari dominasi AS jika Ukraina kalah

 Akhir dari dominasi AS jika Ukraina kalah

mbah subowo

Apa yang terjadi jika Ukraina menyerah? Barat tidak punya muka, Nato merasa malu, AS tidak dianggap mampu lagi sebagai "polisi" dunia.

    Rusia tentu tahu akan hal di atas, maka dengan sendirinya berusaha mati-matian untuk mencapai tujuannya. Rusia tahu blok AS cs tidak akan mundur maupun ngajak nego damai.

    Rusia juga tahu bahwa dengan mulai masuk wilayah Ukraina maka tidak ada pilihan selain tetap maju, dan jika mundur berarti mengulangi kegagalan salah satunya di Afganistan tempo hari. Rusia memang diuji sejauh mana bertahan dari dampak perang, begitu pula Eropa dan Amerika mampukah mereka bertahan secara ekonomi secara tidak langsung maupun langsung dari adanya peperangan panjang sebagai ini?

    Amerika terlalu percaya diri baik kemampuan perang aliansi Nato dan kekuatan militernya sendiri, akankah dominasi berlanjut sebagai itu?

    Biarlah waktu yang menjawabnya kelak.

    Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 8:39 AM

Masa' Rusia-Ukraina kalah sama Indian Apache?

Masa' Rusia-Ukraina kalah sama Indian Apache?

mbah subowo

Rusia bilang Amerika kompor perang, Amerika bilang Rusia tidak mau berdamai. Mana yang benar dan mana yang salah sudah seimbang kedua pihak, sama-sama tidak valid. Dua dekade yang lalu apa yang dikatakan Amerika Serikat itulah kebenaran yang diterima seluruh dunia.

     Barangkali itulah kemunduran Amerika Serikat sebagai "polisi dunia". Ada lagi, nih: Tiongkok bilang itu balon riset cuaca ilmiah, Paman Sam bilang itu balon intelijen mata-mata. Balon itu lantas ditembak. Tiongkok jadi marah, deh! Mana yang benar dan mana yang tidak benar alias bo'ong?

     Itulah yang tengah terjadi, kata-kata sudah tidak dipercaya lagi. Coba baca buku karya Dr. Karl May: di sana petik pelajaran berharga tentang kata-kata yang diucapkan bisa dipegang kebenarannya, misalnya tentang janji yang selalu ditepati antara Suku Indian Apache di hadapan orang kulit putih. Atau coba bandingkan janji-janji di antara suku Indian Kiowa, Commanche, Sioux, dan lain-lain yang menurut penulis tidak bisa dipercaya. 

     Mereka antara Apache dan suku lain, maupun dengan kulit putih mengikat janji kebenaran akan kepatuhan dengan cara mengadakan upacara berupa mengisap pipa perdamaian suci.

     Zelensky dan Putin seharusnya mengikuti pelajaran dari karya orang Jerman di atas. Untuk menyelesaian perang Ukraina vs Rusia mereka harus mengisap pipa perdamaian yang dihembuskan keempat penjuru mata angin sambil menyatakan kesungguhan hatinya dalam menepati janji pada keempat arah mata angin.

     Howght!!

     Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 5:41 AM

Perang semakin membara di Ukraina

 Perang semakin membara di Ukraina

mbah subowo

Ya, tank-tank Nato belum datang, tapi dalam hitungan minggu peperangan bertambah besar di Ukraina. Apalagi yang belum datang? Pesawat tempur pun kelak akan semakin membesarkan kobaran api peperangan. Apalagi kelak balabantuan buat Ukraina dalam bentuk rudal jarak jauh. Itulah yang terus terjadi. Tak seorang negarawan pun berusaha menghentikan laju peperangan Ukraina atas nama demi melemahkan kekuatan militer Rusia.

    Cuma mantan-mantan PM Jepang dan Italia yang bersuara beda, tidak seperti negarawan yang tengah menjabat malah memprovokasi agar peperangan bertambah kecamuk. Mana itu suara dari negarawan adikuasa, negara besar yang mampu membuat Rusia bergeming untuk sekadar tergerak hatinya mengurangi eskalasi, dan juga menyadarkan Ukraina agar tahu diri akan keterbatasan sumber daya dalam peperangan ini. 

    Nato dan Barat menyokong peperangan Ukraina karena memang tidak mampu menghadapi Rusia Head to Head, betul? Eropa terlalu takut menghadapi Rusia, maka cuma berani ikut dari kejauhan belaka.

    Padahal untuk menghadapi Rusia negara macam Ukraina bisa menganggap diri sebagai negara-negara pecahan Soviet Uni. Faktanya Ukraina tidak mampu merangkul sekaligus Blok Barat dan Rusia sekaligus. 

    Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 9:37 AM

Tidak ada jalan kembali gabung Mafia Barat

Tidak ada jalan kembali gabung Mafia Barat

mbah subowo

Dengan modal bantuan alutsista, negara Barat berusaha mencegah Ukraina jadi negara pro-Moskow. Demikian pula Korea Selatan dicegah berkencan dengan Korut oleh Barat. Taiwan dicegah Barat agar tidak  bersanding mesra dengan Tiongkok. Jepang harus setia pada Barat selamanya. Masih ada daftar panjang negara lain di berbagai belahan bumi. Ya, semua itu berdasar doktrin negara Barat yang satu itu: Berteman dengan kami selamanya atau menjadi musuh kami sekarang juga. Itulah doktrin Mafia (meminjam istilah dari negeri pizza).

    Kembali pada salah satu bukti judul di atas bahwa Ukraina sebagai sebuah negara yang disponsori Barat tidak boleh sekalipun pindah ke lain hati. Barat akan melepaskan cekeraman pada rezim Kiev itu jika sudah tumbang, kalah perang, akan berbeda halnya jika mereka meraih kemenangan, barang tentu mereka boleh jadi tetap condong ke Barat

    Perang Ukraina masih panjang melanjutkan penderitaan manusia akibat pandemi Covid-19 di planet Bumi. Baru pertama kali terjadi peperangan sebagai itu. Semua pakar di dunia sudah "teriak" hentikan perang sekarang juga!! Akan tetapi Biden, Z, dan Putin seolah tidak berdaya untuk menghentikan peperangan itu. Mereka terjebak sendiri dalam kemelut konflik militer tiada akhir.

    Sekian untuk sekali ini.

*****


Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 8:51 AM

Perang ngotot Rusia vs Nato

Perang 'ngotot' Rusia vs Nato

mbah subowo

Kanselir Jerman bilang tidak mau perang Ukraina vs Rusia meluas menjadi perang Nato melawan Rusia. Nato bilang kirim senjata ke Ukraina agar perang tidak meluas menjadi perang Nato vs Rusia. Rusia bilang pengiriman senjata Nato bisa memperluas perang hingga akhirnya terjadi perang  Rusia vs Nato.

     Peperangan panjang dengan sendirinya akan melemahkan Rusia dan Nato. Apakah Nato sudah siap? Apakah penduduk Eropa sudah siap? Ya, Eropa akan mengalami masa yang sulit jika perang terus tiada akhir.

     Yang benar itu ialah Rusia harus mengalahkan Ukraina atau Ukraina mengalahkan Rusia. Selama perang Ukraina vs Rusia berlangsung seimbang maka tidak ada pemecahan menuju jalan damai.

    Rusia ingin menang, Ukraina ingin menang, Nato ingin menang, AS ingin menang. Jadi sebaiknya gunakan solusi win-win atau sama-sama menang. Tapi yaitu tidak ada pihak yang mau win-win solution, maunya mengalahkan musuh.

    Silakan terus berjuang!!

    Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 11:22 AM

Ramalan perang di Ukraina

Ramalan perang di Ukraina

mbah subowo

Kapan perang berakhir? Itulah pertanyaan dari seluruh dunia mengenai peperangan di Ukraina yang hampir menginjak tujuh bulan. Tadinya Rusia berharap perang terjadi hanya dalam hitungan hari. Nyatanya telah berlangsung berbulan-bulan. Terlepas dari siapa yang diuntungkan dengan adanya peperangan ini, Rusia tampaknya berhasil menyesuaikan diri dengan kondisi peperangan panjang. Demikian pula dengan Ukraina yang dari sejak awal perang meminta dukungan alutsista dari AS/Nato. 

     Dengan adanya perang ini Eropa menderita berbagai krisis berkepanjangan yang diawali dengan energi pasokan Rusia yang terhenti.  Demikian pula di luar Uni Eropa, terjadi krisis pangan dan komponen pertanian yang dipasok oleh Rusia dan Ukraina.

     Perang hanya akan berakhir tatkala Rusia sudah kelelahan dalam perang panjang. Atau Ukraina kehilangan daya gempur untuk merebut kembali wilayahnya dari tangan penyerbu. 

     Kedua pimpinan perang tidak ada niatan untuk mengendurkan tensi perang. Berarti perang akan berakhir jika kedua belah pihak sudah sama-sama kehilangan daya, atau kehabisan tenaga.

     Elon Musk mengatakan populasi Rusia lebih besar dari Ukraina. Paus di Vatikan pun menyeru agar perang segera dihentikan dengan kearifan keputusan dari para pemimpin kedua pihak.  

    Faktanya peperangan berlanjut karena Zelensky terus mengandalkan senjata Barat dan pelatihan serdadu untuk menggunakan senjata Barat. Sebagai catatan: Barat mensyaratkan penggunaan senjata bantuannya hanya boleh digunakan di medan perang Ukraina saja.

     Manakah yang akan memenangkan pertempuran: populasi Rusia yang lebih besar dengan perlengkapan perang yang baik, atau serdadu yang dilatih menggunakan senjata Barat yang dianggap lebih unggul. Bukankah itu yang kini tengah terjadi, dan akan terjadi untuk seterusnya?

     Media Barat selalu meremehkan populasi Rusia, seolah mereka tidak mau Rusia berhasil memenangkan perang yang satu ini. Begitu pun Ukraina sejak empat wilayahnya direbut resmi kini seolah tengah berada di atas angin. Akan tetapi itu semua masih bersifat sementara.

    Rusia cq Soviet Uni tampil sebagai salah satu pemenang perang dunia kedua setelah mengorbankan jutaan warganya. Kali ini itulah yang akan terjadi kembali, bahwa Rusia bisa unggul setelah mengorbankan ratusan ribu pasukannya.

    Sedangkan Ukraina dengan pasokan senjata canggih Barat hanya meledakkan peralatan itu di medan perang Ukraina, tanpa menyentuh seinci pun wilayah Rusia. Bukankah itu hanya menghancurkan wilayah sendiri dan pasukan musuh dalam wilayah sama yang menjadi sasaran tembak. Hanya untuk mengusir pihak penyerbu saja, itu syarat dan ketentuan berlaku mengenai penggunaan senjata.

    Barat sedang mempertaruhkan reputasinya tanpa kehilangan satu nyawa pun.

    Sekian untuk sekali ini.

*****


Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 3:39 PM

Inilah akibat perang panjang Ukraina vs Rusia

 Inilah akibat perang panjang Ukraina vs Rusia

mbah Subowo

     Amerika tidak berani menghadapi Rusia secara langsung karena akan terjadi peperangan dengan senjata nuklir. AS tentu menyadari tidak ada pemenang jika terjadi perang nuklir. 

    Pasca runtuhnya Sovyet Uni, siapa yang peduli dengan masalah keamanan Rusia? Rusia akhirnya menyadari meminta jaminan keamanan dari musuh memang mustahil. Barat cq Nato terus merangsek mengancam Rusia, dan Rusia tentu bereaksi dengan membela diri. 

     Jaminan keamanan bagi Rusia harus diperjuangan sendiri tak dapat dipinta dari siapapun, tak ada jaminan keamanan yang gratis, selain daripada merebutnya. Kelak jika terjadi kekalahan Ukraina dalam perang ini, maka akan sangat memukul Dunia Barat, dan sebaliknya kemenangan Ukraina mungkin hanya sebatas kelemahan Rusia untuk sementara waktu saja. 

    Memberikan jaminan keamanan bagi Rusia mungkinkah diberikan Ukrainanya Zelensky? Dan Dunia Barat yang angkuh? 

Masyarakat Eropa baru menyadari kelak dalam peperangan tiada akhir, mereka sedang berada di garis depan menghadapi Rusia, sementara AS berada di benua lain. 

Mengapa Eropa belum juga menyadari bahwa Rusia adalah tetangga dekat sendiri, sementara AS tetangga dan sahabat yang terlalu jauh. Seharusnya sesama tetangga yang ribut didamaikan oleh tetangga lainnya. Karena itulah jaminan keamanan bersama yang abadi.

    Konsekuensi bagi Eropa dan Nato tetap terlibat dalam perang panjang tentu akan dirasakan semakin dirasakan deritanya oleh masyarakan Eropa sendiri. 

    Kiranya pepatah yang cocok buat sebagian besar warga masyarakat Eropa, "Gajah berkelahi dengan Gajah, pelanduk mati di tengah-tengahnya." Sementara Rusia berperang dengan Ukraina yang terus dibantu senjata oleh AS dan Nato, maka yang sengsara jelas warga Ukraina, warga Rusia, dan warga Eropa, gara-gara pihak pemerintah mereka masing-masing yang ngotot terus saja mendukung peperangan terus berlangsung.

    Nato bisa mengajak damai Rusia jika mau (memberi jaminan keamanan)!!

     Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 9:05 AM

Perang Rusia vs Ukraina akibat pandemi covid-19

 Perang Rusia vs Ukraina akibat pandemi covid-19

mbah Subowo

Perang dunia Kedua 1939 dimulai dengan terjadinya krisis ekonomi sekitar 1930-an.

    Meletusnya Perang Rusia vs Ukraina Februari 2022 terjadi sekitar dua tahun dua bulan sejak pandemi covid-19 Desember 2019 membuat dunia memasuki krisis ekonomi yang itu juga. Perang tersebut masih berlangsung bahkan hampir setahun hingga saat ini. 

   Dalam buku-buku Marxisme untuk memecahkan krisis ekonomi, kaum kapitalis meletuskan peperangan, agar bisnis senjata bisa hidup kembali. Perlu ditambahkan di jaman modern ini selain bisnis senjata juga bisnis minyak dan gas bumi.

    Peperangan panjang antara Rusia vs Ukraina dan Krisis Tiongkok vs Taiwan ujung-ujungnya membuat produk senjata laris manis, demikian minyak bumi. Strategi mengatasi krisis ekonomi dengan penjualan senjata berlaku dalam siklus yang berulang kembali . 

    Untuk memulai peperangan selalu dibutuhkan alat perang yakni senjata. Sehingga alasan memulai peperangan diciptakan seolah tiada jalan lain lagi, akan tetapi tujuan tetap sama: bisnis senjata dan minyak. Senjata dapat berupa  segala macam pesawat tempur, kapal perang, rudal, tank, kapal selam, senjata serbu, meriam dan seterusnya.

     Sekian untuk sekali ini.

*****

    


Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 6:28 PM