Kisah Suhawa di Nusa Antara
Mbah Subowo
Suhawa menggantikan Bathara Karna di tampuk tertinggi Nusa
Antara. Suhawa terpaksa mengeliminir semua pendukung Karna, tidak tersedia
pilihan lain. Untuk menciptakan perang saudara antara pendukung dan pemusuh
Bathara Karna tak pelak lagi ditabuhlah gendering perang antar anakbangsa.
Di masa awal kekuasaan Suhawa mengikuti terus lantunan gendang
bertalu dan tarian yang juga mengikuti tabuhan gendang bangsa asing pembenci sepak-terjang sang Bathara. Nusa Antara tiba-tiba
bergabung dengan blok Barat. Investasi asing deras masuk, dan tiada lagi
“berdiri di atas kaki sendiri”.
Semua saja diikuti campurtangan asing, modalnya, makanan,
dan juga jenis musiknya. Barang mewah mulai masuk sejak masa pemerintahan
Suhawa, dari negeri matahari, negeri salju dan lainnya kecuali satu, negeri
tirai bambu.
Suhawa membreidel semua partai terkuat pendukung Bathara,
bahkan para menterinya memasuki masa pensiun tanpa sepeserpun dalam bui. Para pendukung Bathara
di kalangan milliter pun sama sialnya, masuk bui dengan label partai terlarang.
Di bawah ancaman dan dogma antipartai merah Suhawa menakuti semua warga Nusa Antara. Tak ada beda antara momok dan kenyataan, gondoruwo partai merah selalu menjadi mantera ajaib yang dibangkitkan oleh pengikut Suhawa setiap kali kawula Nusa Antara melawan kekuasaan Suhawa.
Sekian untuk sekali ini.
*****