Kisah ijasah Kertawi dan Bambang Aji
mbah Subowo
Sebagai mantan penguasa tertinggi di Nusa Antara Kertawi
dulu sering blusukan hingga jadi kecintaan media, sekarang dia jadi bahan olokan,
media selalu saja terus-menerus menulis tentang sertifikat palsu pendidikan Kertawi
di sebuah perguruan tinggi. Sang Putranda Bambang Aji juga dianggap tidak punya
sertifikat sekolah. Ayah-anak itu jadi bahan olok-olok yang terus terjadi.
Pengadilan belum mampu bikin clear masalah itu. Butuh waktu untuk mengulur
waktu…
Sudah menjadi rahasia umum bahwa ijasah palsu memang bisa
dibuat di pasar Pramuka atau di manapun juga, semua tahu itu.
Menilik media yang gencar meliput, dapat diduga andai ada
ijasah palsu milik Kertawi, tentu ada yang ijasah asli milik person yang sama.
Bedanya ya deskripsi nilai, yang palsu nilai wow semua, yang asli pasti nilai
jeblok. Itu logika saja atau tebak pendapat, soal kebenaran, penulis tidak tahu
apapun. Okelah, cerita diteruskan: jadi ujung
masalah itu Kertawi pasti punya ijasah asli, sekali lagi isi tulisan ini cuma
tebakan, cuma masalah gitu aja kok repot.
Bambang Aji beda lagi, dia tidak dituding palsu sertifikat pendidikan
miliknya, akan tetapi sertifikat miliknya kurang setara dengan sekolah menengah
atas. Itu yang jadi masalah, tapi sebenarnya pendidikan luar negeri di negeri
kanguru, maupun negeri singa, tentu lebih bermutu dibanding di tanah air
sendiri.
Bukan menjelekkan kualitas pendidikan negeri sendiri tapi
paling tidak di luar negeri pakai bahasa pengantar Inggris, ya, khan?
“Ayahanda memang sesekali termenung, memikirkan hal itu,”
kata Bambang Aji dalam pikiran. “Yang pasti dia memang kuliah dan punya
sertifikat lulus. Masalahnya memang ada dua ijasah, yang satu asli yang satu
lagi tidak asli. Siapapun harus bisa membuktikan hal itu jika mau menuntut Ayahanda
Kertawi.”
“Sedangkan aku tidak terlalu masalah, itu urusan birokrasi
yang kasih stempel setara, khan?” lanjut Bambang Aji dalam pikiran.
Kesimpulan sementara sangat amat sulit membuktikan Kertawi
berijasah palsu dari perguruan tinggi. Ikan tidak usah diajari berenang, khan? Karena
ijasah milik Kertawi memang asli, bahkan asli semua miliknya sejak sekolah
dasar.
Sekian untuk sekali ini.
*****