Selamat Datang IKN "Nusantara"

Selamat Datang IKN "Nusantara"

mbah Subowo

William Shakespeare berkata, "Apalah arti sebuah nama?" 

    Nusantara dimaknai kepulauan di antara dua benua: Asia dan Australia; Nusantara juga dimaknai kepulauan di luar (selain) Pulau Jawa dan Bali. Bung Karno ingin memindahkan IKN ke tengah Kalimantan, mengapa? Bung Karno ingin menghadapi dari dekat musuh secara langsung yakni British Malaysia. Tidak seperti Mataram Kuno yang memindahkan pusat pemerintahannya ke gunung untuk menghindari musuh, sebaliknya kerajaan Majapahit membangun pusat pemerintahan di aliran Sungai Brantas tidak jauh dari pelabuhan Gresik maupun Hujung Galuh.

    Kembali pada judul di atas. Jokowi tidak memilih Palangkaraya yang berada di sekitaran Khatulistiwa, akan tetapi pilihannya tidak jauh dari garis pantai Timur Pulau Borneo. Borneo yang mirip bentuknya dengan tokoh punakawan Semar, tepat posisi IKN Nusantara di titik akupunkur antara hidung dan mulut, yakni titik sumber tenaga pernapasan. Pilihan Jokowi boleh jadi yang juga dilatarbelakangi wilayah Kutai sebagai kerajaan tertua di Nusantara sekitar abad 4 Masehi. Tentu saja pertimbangan efisiensi biaya dengan adanya infrastruktur wilayah antara kota: Balikpapan, Samarinda, dan Banjarmasin.

     Pulau Jawa sejak dulu selalu menjadi tujuan pendatang bangsa asing, mengapa Pulau Jawa menjadi padat penduduk dan menjadi pusat budaya masa silam? Apakah karena tanahnya subur, dengan banyaknya gunung berapi yang memuntahkan lahar atau lava yang menyuburkan tanah sekitarnya. Lantas bagaimana dengan Borneo? Bisakah Borneo menyaingi Jawadwipa? Semua itu kelak akan terjawab dalam perjalanan sejarah kelahiran IKN Nusantara dalam menyongsong masa depan sesuai jamannya.

     Sekian untuk sekali ini.

*****


Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 7:27 AM