Sep 28, 2010

Kesaktian Pancasila .... PKI Tumpas?

Kesaktian Pancasila = PKI Tumpas?

mbah subowo bin sukaris

Orde Baru menancapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang keberhasilan Orde Baru membasmi komunisme dari bumi pertiwi Nusantara. Founding fathers Indonesia Bung Karno sebagai penggali Pancasila dari bumi Nusantara tidak pernah tahu kalau Pancasila itu hanya sakti sejak peristiwa G30S meletus.
     Tokoh-tokoh pendiri Republik Indonesia yang bersidang pada 18 Agustus 1945 dan mengesahkan ideologi negara Republik Indonesia ialah Pancasila. Sejak itulah Pancasila sudah sakti  selama Republik ini berdiri tegak bersama bangsa-bangsa lain di dunia. Tanpa peristiwa G30S Pancasila tetaplah sakti, tanpa dibela oleh siapapun baik militer atau sipil maka Pancasila tetaplah sakti. Mengapa sakti? Ya, sebagai ideologi negara ia merupakan haluan politik dan dasar tindakan politik negara Indonesia.
    Pancasila yang asli benarkah anti-komunis, anti-agama, dan anti-lain-lain? Tidak! Bung Karno seorang intelektual yang mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa paling banyak di dunia berkat ilmu pengetahuan sosialnya yang adiluhung dan jenius -- padahal ia seorang insinyur teknik lulusan ITB Hindia-Belanda -- berkat ketekunannya menyerap ilmu dari buku-buku dan kepiawaiannya dalam menulis pikirannya sendiri. Bung Karno bukan seorang anti-komunis, Bung Karno malahan menganggap marxisme sebagai pisau tajam alat untuk membedah perkembangan sosial masyarakat bangsanya. Bung Karno yang sudah sampai dalam tingkatan ma'rifat dalam agama Islam yang dibuktikan ia menerima gelar doctor dari Al-Azhar Cairo. Dan tentu saja Bung Karno seorang nasionalis tulen - walau ada isu ia menandatangani surat permintaan ampun dari pemerintah Hindia Belanda. Dan yang terakhir di jaman Jepang Bung Karno dianggap seorang kolaborator oleh pasukan Sekutu karena Bung Karno bekerja sama dengan Jepang....... Maka sesudah berbagai latar belakang itulah pada 1 Juni 1945 Bung Karno berpidato di muka sidang BPUPKI yang melahirkan Pancasila, dan diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.
    Pancasila menurut penggali sendiri merupakan sintesa daripada San Min Chui, Manifes Komunis, Al-Qur'an, dan gotong-royong. Dengan sendirinya Pancasila tidak anti segala ideologi besar maupun agama besar, dan lebih-lebih lagi berpijak di atas tanah ibu pertiwi sendiri dalam hal gotong-royong.
    Kesaktian Pancasila yang sebenarnya ialah pada tiap 1 Juni yakni pertama kali Pancasila digali dari haribaan ibu pertiwi.
    Pancasila yang bergandengan tangan dengan Bhinneka Tunggal Ika Mpu Tantular niscaya memiliki kesaktian abadi selama Republik selalu berpihak kepada kelas proletar, rakyat jelata dan rakyat Marhaen, orang beriman; dan tidak mengabdi bagi kepentingan modal multinasional.
****
Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 11:11 AM

No comments :