Apr 25, 2011

Ramalan Joyoboyo "Partai yang ingkar janji"

Ramalan Joyoboyo "Partai yang ingkar janji"

mbah subowo bin sukaris

Kesalahan fatal yang dibuat oleh golongan kiri yakni kaum sosialis, komunis, dan demokrat kerakyatan di Nusantara ialah pada masa kabinet Amir Syarifoeddin sekitar tahun 1947-48 yang mengembalikan mandat kekuasaan memimpin kabinet Parlementer pertama sejak kemerdekaan kepada Presiden Soekarno. Hal itu terjadi akibat persetujuan Renville (nama kapal perang Amerika Serikat) tidak lagi didukung oleh Partai Masjoemi. Masjoemi atau Masyumi semula mendukung Renville kemudian menentang persetujuan tersebut dan memelopori mosi tidak percaya kepada Kabinet Amir Sjarifoeddin yang berasal dari Partai Sosialis.
       Amir Sjarifoeddin sang Perdana Menteri yang merasa emosional atas sikap salah satu partai koalisi tersebut dengan emosional menyerahkan kekuasaannya tanpa pikir panjang lagi, sehingga akibatnya di kemudian hari ia menjadi kambing hitam sebagai pemimpin partai kiri/sosialis yang sangat dibenci oleh Amerika Serikat. Amir dan sepuluh pemimpin PKI dibunuh oleh penguasa yang menggantikannya. Pengganti kabinet Amir S. ialah kabinet Mohammad Hatta yang sepenuhnya antikomunis maka didukung partai Islam dan partai kecil lainnya. Kaum kiri harus disingkirkan dari kabinet Hatta dengan jalan berbagai rekayasa antara lain ReRa, dan juga menghijrahkan kekuatan kanan Siliwangi ke daerah basis Jawa Tengah dan Jawa Timur.
     Ramalan Joyoboyo mengenai ratu ora netepi janji ialah partai yang tidak menepati janji. Partai penguasa dan partai oposisi di masa orde reformasi ini memang bertindak selalu mengingkari janjinya, apapun yang diucapkan semasa kampanye ternyata selalu janjinya tidak pernah ditepati. Begitulah watak siapapun yang berhasil meraih kekuasaan, baik ia seorang aktivis militan maupun pembela rakyat tertindas lainnya jika telah masuk lingkaran kekuasaan maka ia tidak akan berani membela rakyat tertindas. Mengapa? "Itu cuma soal perut," kata Pramoedya Ananta Toer, yang juga membikin hukum sebagai berikut, "Siapapun yang sudah sukses meraih kekuasaan atau bahkan cuma menjadi aparat pemerintah, maka jangan diharapkan lagi ia akan berjuang untuk rakyat yang tertindas!" 
       Oleh karena itulah partai yang berkuasa semasa Orde Baru tidak akan pernah lagi dipercaya oleh rakyat. Karena di belakang hari, walaupun sudah merasa menjadi partai yang baru, partai yang berbeda ternyata tingkah polahnya tetap saja mengagungkan Orde Baru yang fasis dan otoriter seperti juga pemimpin partai berkuasa di belahan dunia lain: Husni Mubarak, Khadafi, Pinochet, Marcos dan seterusnya  sehingga setelah berkuasa puluhan tahun berturut-turut akhirnya digulingkan oleh rakyat, walaupun itu dibarengi dengan campur tangan negara adikuasa yang mengerahkan kekuatan militer dan intelijennya. 
        Berikut ini adalah bait Sri Aji Joyoboyo yang hingga kini dikenal sebagai nujum yang ampuh berasal dari Kerajaan Kediri yang berkuasa hampir meliputi dua pertiga wilayah Nusantara pada abad kesebelas masehi:

ratu ora netepi janji
musna kuwasa lan prabawane
akeh omah ndhuwur kuda
wong padha mangan wong
kayu gligan lan wesi hiya padha doyan
dirasa enak kaya roti bolu
yen wengi padha ora bisa turu

Suatu masa para calon pemimpin/wakil rakyat membikin janji pada rakyat sewaktu berkampanye, akan tetapi setelah terpilih menjadi pemimpin/wakil rakyat mengingkari janji. Mereka kemudian tidak dipercaya lagi oleh rakyat, maka akan kehilangan kedudukan dan juga kewibawaan. Kelak akan ada gedung pencakar langit yang pada lantai dasarnya dibuat parkir kereta tanpa kuda alias mobil. Manusia terdiri dari kelas penghisap dan kelas yang dihisap. Mereka yang berada dalam posisi penghisap sudah bisa mendapatkan keuntungan daripada usahanya mengolah besi menjadi barang mewah, dan juga kayu gelondongan menjadi barang yang bernilai tinggi/meubel. Mereka merasa menikmati keuntungan tinggi dari usaha tersebut senikmat rasa kue bolu. Akan tetapi manusia yang demikian sibuk itu selalu memikirkan bagaimana mencari keuntungan lebih banyak lagi sehingga bekerja hingga larut malam dan sulit untuk tidur.

*** 
related post
Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 7:14 PM

No comments :