Jul 7, 2012

Pengantar Filsafat Marxis Materialisme Dialektik

Pengantar Filsafat Marxis
Materialisme Dialektik
Dari Penerbit
Awal 1980-an lahir kecenderungan di kalangan intelektual muda kita untuk mencari pemikiran al­ter­natif sebagai alat untuk menganalisis ke­nyataan sosial yang mereka hadapi ketika itu, yaitu pertum­buh­an ekonomi yang tinggi hingga men­dapat pujian mancanegara di satu pihak dan di lain pihak semakin menjadi-jadinya kepin­cang­an sosial: yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
Pisau analisis yang ampuh dan yang dipercaya oleh para intelektual pendahulu mereka (Sukarno dan Moh.Hatta) adalah Marxisme, dan bila pisau itu digunakan secara tepat, maka sebab-sebab ke­pin­­cangan itu akan menjadi telanjang setelan­jang­-­telanjangnya, dan akan terbuka jalan keluar yang terang-benderang untuk mengatasinya
Bersamaan dengan itu, dari kalangan muda klas buruh timbul keinginan untuk menyegarkan ilmu yang pernah mereka pelajari dua dasawarsa sebe­lumnya untuk dijadikan senjata intelektual dalam melawan penindasan berlapis yang juga mereka alami.
Kaum intelektual muda itu menyerbu perpus­takaan-perpustakaan, terutama di universitas-universitas, yang mereka kira masih menyimpan buku-buku Marxisme. Namun, mereka tidak banyak menjumpai buku-buku yang mereka dambakan itu. Sebab, jauh sebelumnya, 1965-1966, Penguasa yang menyebut dirinya Orde Baru telah melakukan kebiadaban intelektual, yaitu memus­nah­kan, membakar dan kemudian mela­rang ber­edar­nya buku-buku yang mengandung ajaran Marxisme. Ratusan ribu buku dari berba­gai judul, telah menjadi abu akibat tindakan yang tidak beradab itu.
Penulis buku kecil ini, yang untuk sementara namanya belum kita cantumkan dalam buku yang ditulisnya ini – sekalipun sudah meninggal – mengerti benar tuntutan objektif itu. Penulis telah menggeluti proses belajar dan mengajar Marxisme, dan mengerti benar bahwa di antara tiga bagian/komponen Marxisme (Fil­safat, Ekonomi Politik dan Sosialisme), maka filsafat Marxisme adalah bagian utama dan ter­pen­­ting yang mendasari ajaran-ajarannya yang lain.
Pengalamannya yang kaya dalam mengajar filsafat Marxis yang dimulainya sejak di penjara Kalisosok (Surabaya) sebagai tahanan Razia Agustus Sukiman,1952, kepada para pemula setahanan sampai pengalamannya memberikan kuliah-kuliah di berbagai Akademi di Jakarta, terutama Akademi Ilmu Sosial “Aliarcham” telah membantunya menyusun buku kecil ini dengan kaedah, sistematik dan penguraian yang tepat, se­kalipun diketahui ia hampir-hampir tidak memi­liki perpustakaan pribadi untuk referensi-referen­sinya. Tanpa mengurangi sifat ilmiahnya, Penulis memberikan contoh-contoh sederhana dalam tiap tema yang diuraikannya, mulai dari Pengertian Filsafat, Masalah Terpokok dalam Filsafat yang membaginya atas Dua Kubu ­– idealisme dan mate­rial­isme – sampai ke penger­tian Materi dan Bentuk-bentuk Eksistensinya, selanjutnya juga sampai ke Hukum Dialektika yang objektif dan Metode Dialektika yang subjektif. Dengan demikian, apa yang semula dianggap rumit dan pelik menjadi mudah ditang­gapi dan dicerna. Hal itu juga disebabkan karena Penulis memberikan arah yang jelas dan benar untuk apa belajar filsafat Marxisme, yaitu bukan hanya untuk mengerti dan menafsirkan dunia, melain­­kan juga dan terutama untuk mengubahnya.
Penulis nampaknya belum sempat melengkapi Materialisme Dialektik ini dengan Materialisme Histori sebagai bagian dari Materialisme Dialek­tik dan Histori (MDH). Juga belum sempat me­lengkapi de­ngan Epistemologi Marxisme (teori tentang metode atau dasar dan sistematik penge­tahu­an Marxisme) yang juga merupakan bagian tidak terpisah­kan dari filsafat Marxis.
Sekalipun demikian, mempelajari Materialis­me Dialektik dan hukum-hukumnya yang terurai dalam buku kecil ini, kiranya akan sangat mem­bantu para pemula dalam mempelajari ajaran-ajaran Marxisme lainnya.
Lembaga Studi Demokrasi Baru” menerbit­kan buku kecil ini, terutama untuk kebutuhan inter­nal­­nya di samping untuk melestarikan karya tulis seseorang yang telah mengabdikan hidup­nya untuk pekerjaan revolusioner.
Redaksl Penerbit



Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 1:35 PM

No comments: