Jul 27, 2010

D.N. Aidit


Ibarruri firstborn Communist Party


Indonesia leader Dipa Nusantara Aidit


[iba.jpg]Ibarruri firstborn PKI chairman (1948-1965) DN Aidit, during the age of 56 years (2006) now, just eight years of living in the land-the water itself. At the age of 8 years (1957), her parents sent her overseas to school. Since 1957 until 2004 she came home only three months off the homeland, namely in the years 1962 and 1965. New Order regime did not allow her back into the homeland by way of her passport revoked. She now lives in Paris.
    G30S-1965 erupted when she was 16 years old, at that moment she was still in high school rankings at Moscow. According to the law in Indonesia during the "Orde Baru and Golkar" Jend. Suharto, then Ibarruri according KOPKAMTIB jargon, "reasonably suspected, can not, directly or indirectly, be involved G30S/PKI. She must have known and should be responsible about that PKI coup". As a result, over 39 years until today, Ibarruri separated from the homeland.
    This simple book is a reflection, the scattered collection of notes for exploring the shoreline of people. Note-pad does not presume anything, not political, do not have the intention to write history or literary works, but the outpouring of innocent hearts open, without complaint, without anger or rancor, even she still and always expect the best life a just and prosperous for people, nation and homeland. 
This is not a scholarly work, nor a history of discourse or speech, but it became an important social document in the course of the nation and the history of the Republic of Indonesia.
***




Ibarruri anak sulung 

Ketua CC Partai Komunis Indonesia

D.N. Aidit

Ibarruri, anak sulung ketua PKI (1948-1965) D.N. Aidit, sepanjang usianya yang 56 tahun (2006) sekarang, cuma 8 tahun hidup di tanah-airnya sendiri. Pada usia 8 tahun (1957) orang-tuanya mengirimnya ke luar negeri untuk sekolah. Sejak 1957 sampai 2004 dia hanya pulang libur 3 bulan ke tanah-air, yaitu di tahun 1962 dan 1965. Kekuasaan rejim Orde Baru tidak memungkinkan dia pulang ke tanah-air dengan cara mencabut paspornya. Kini dia bermukim di Paris.
    G30S-1965 meletus ketika ia berusia 16 tahun, pada saat itu ia masih di peringkat sekolah menengah di Moskow. Sesuai hukum di Indonesia semasa Orde Baru dan Golkarnya Jend. Suharto, maka Ibarruri menurut jargon Kopkamtib, "patut diduga, tidak bisa tidak, langsung atau tidak langsung, pasti terlibat G30S/PKI. Dia tentu tahu dan harus bertanggung-jawab mengenai kudeta PKI itu". Akibatnya, selama 39 tahun sampai hari ini, Ibarruri terpisah dari tanah-airnya.
    Buku sederhana ini adalah sebuah renungan, kumpulan catatan yang berserakan selama melanglangbuana di rantau orang. Catatan-catatannya tidak berpretensi apa-apa, tidak berpolitik, tidak berpamrih menulis sejarah atau karya literer, melainkan curahan hati yang lugu terbuka, tanpa keluhan, tanpa amarah atau dendam, bahkan dia tetap dan selalu mengharapkan kehidupan sebaik-baiknya yang adil dan sejahtera bagi rakyat, bangsa dan tanah-airnya.

Ini bukan karya ilmiah, bukan juga discourse atau penjabaran sejarah, akan tetapi dia menjadi sebuah dokumen sosial yang penting dalam perjalanan bangsa dan sejarah Republik Indonesia.
***
Subowo bin Sukaris
Hasta Mitra Updated at: 2:59 AM

No comments :